Nurul Faija Mandahari, mahasiswa Universitas Alkhairaat Palu, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, berbagi cerita tentang pengalamannya mengikuti Program Kampus Mengajar Angkatan 8 di SMKN 3 Manado, Sulawesi Utara. Dalam wawancara dengan tim redaksi Karama.id, mahasiswa yang akrab disapa Nurul ini mengungkapkan pengalaman dan tantangan yang dihadapinya selama menjalani program tersebut.

Nurul mengungkapkan bahwa momen paling berkesan selama mengikuti program ini adalah ketika ia melihat langsung perkembangan siswa yang ia ajar. Salah satu pengalaman yang tidak terlupakan adalah saat seorang siswa, yang awalnya kesulitan memahami materi, akhirnya mampu menjawab pertanyaan dengan percaya diri.

“Melihat wajah siswa bersinar ketika dia meraih keberhasilan memberikan kepuasan tersendiri. Interaksi dengan siswa dan rekan mahasiswa juga memperkaya pengalaman saya, mengajarkan arti kerja sama dan saling mendukung. Setiap tawa, tantangan, dan pencapaian kecil di kelas membuat saya menyadari pentingnya pendidikan dalam membentuk masa depan mereka,” tuturnya.

Namun, Nurul juga mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapinya selama program adalah komunikasi dan pemahaman siswa yang berbeda-beda. Selain itu, keterbatasan fasilitas dan materi ajar sering kali menjadi hambatan dalam proses belajar-mengajar.

“Untuk mengatasi kesulitan, saya biasanya mengevaluasi situasi terlebih dahulu. Saya berusaha memahami penyebab masalah, baik itu terkait pemahaman siswa, fasilitas yang terbatas, atau dinamika kelas. Saya juga aktif berkomunikasi dengan siswa untuk mendengarkan masukan mereka, serta berdiskusi dengan rekan pengajar untuk menemukan strategi yang efektif,” ujarnya.

Menurut Nurul, metode pengajaran yang fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan siswa menjadi kunci keberhasilan. Ia lebih sering menggunakan pendekatan interaktif, seperti diskusi kelompok dan pembelajaran berbasis proyek, daripada metode ceramah tradisional.

“Saya juga memberikan umpan balik yang konstruktif agar siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar. Penggunaan media pembelajaran seperti video, permainan edukatif, dan alat bantu visual membuat materi lebih menarik dan mudah dipahami,” tambahnya.

Program Kampus Mengajar, menurut Nurul, memberikan dampak positif bagi siswa yang ia ajar. Peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar terlihat jelas. Banyak siswa yang sebelumnya kurang antusias menjadi lebih aktif bertanya dan berpartisipasi dalam diskusi kelas.

“Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman akademis mereka, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kemandirian dalam belajar. Kegiatan yang menyenangkan dan interaktif membuat mereka lebih menikmati proses belajar,” ujar mahasiswa semester lima ini.

Selain interaksi dengan siswa, Nurul juga mendapatkan dukungan positif dari guru dan staf sekolah. Diskusi mengenai metode pengajaran yang efektif membantu memperkaya wawasannya dalam menghadapi tantangan di kelas.

“Suasana kolaboratif dengan guru dan staf memungkinkan kami saling membantu dalam merancang kegiatan pembelajaran yang relevan. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, di mana semua pihak merasa memiliki peran penting dalam keberhasilan pendidikan,” ungkapnya.

Setelah menyelesaikan program Kampus Mengajar, Nurul merasakan perubahan signifikan dalam dirinya, terutama dalam hal kepercayaan diri dan keterampilan mengajar. Ia menjadi lebih berani mencoba metode pengajaran inovatif yang sebelumnya diragukan.

“Pengalaman bekerja langsung dengan siswa dari berbagai latar belakang meningkatkan empati saya. Saya juga lebih terhubung dengan sesama pendidik berkat kolaborasi selama program ini,” tuturnya.

Nurul menutup ceritanya dengan pesan kepada mahasiswa yang akan mengikuti program Kampus Mengajar berikutnya. Ia menyarankan agar mereka datang dengan pikiran terbuka, semangat untuk belajar, dan kesiapan menghadapi tantangan.
“Jalin hubungan baik dengan siswa, rekan guru, dan staf sekolah. Jangan ragu mencoba metode pengajaran kreatif dan interaktif, serta selalu siap menerima umpan balik. Ingatlah bahwa peran pendidik sangat berpengaruh; setiap usaha yang dilakukan dapat memberikan dampak besar dalam kehidupan siswa,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here